Tampilkan postingan dengan label mata kuliah teori organisasi umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mata kuliah teori organisasi umum. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Juni 2013

Bentuk Perilaku Produsen

Sebuah usaha produksi baru bisa bekerja dengan baik bila dijalankan oleh produsen atau yang sering kita sebut pengusaha. Pengusaha adalah orang yang mencari peluang yang menguntungkan dan mengambil risiko seperlunya untuk merencanakan dan mengelola suatu bisnis.

Pengusaha berbeda dengan pemilik bisnis kecil ataupun manajer. Bila hanya memiliki sebuah usaha dan hanya berusaha mencari keuntungan, maka orang itu barulah sebatas pemilik bisnis. Bila orang itu hanya mengatur karyawan dan menggunakan sumber daya perusahaan untuk usaha, maka orang itu disebut sebagai manajer. Pengusaha lebih dari keduanya. Pengusaha berusaha mendirikan perusahaan yang menguntungkan, mencari dan mengelola sumber daya untuk memulai suatu bisnis.

Agar berhasil seorang pengusaha harus mampu melakukan 4 hal sebagai berikut :

• Perencanaan. Perencanaan antara lain terkait dengan penyusunan strategi, rencana bisnis, serta visi perusahaan. Ia harus tau apa yang ingin ia capai dan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut.

• Pengorganisasian. Semua sumber daya yang ada harus bisa ia kelola untuk mencapai tujuan perusahaannya, baik sumber daya, modal, maupun manusia.

• Pengarahan. Agar rencana bisa terwujud, pengusaha wajib mengarahkan dan membimbing anak buahnya.

• Pengendalian. Kemampuan ini ada hubungannya dengan bagaimana hasil pelaksanaan kerja tersebut.

Apakah sesuai dengan rencana atau justru sebaliknya

   1. Produsen dan Fungsi Produksi

     Produsen ialah orang yang menciptakan atau menghasilkan barang dan jasa untuk dijual atau dipasarkan demi tujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Orang yang memakai atau memanfaatkan barang dan jasa hasil produksi untuk memenuhi kebetuhan adalah konsumen. Produksi juga merupakan konsep arus (flow consept), bahwa kegiatan produksi diukur dari jumlah barang-barang atau jasa yang dihasilkan dalam suatu periode waktu tertentu, sedangkan kualitas barang atau jasa yang dihasilkan tidak berubah.

Seorang produsen atau pengusaha dalam melakukan proses produksi untuk mencapai
tujuannya harus menentukan dua macam keputusan:

   1) berapa output yang harus diproduksikan, dan
   2) berapa dan dalam kombinasi bagaimana faktor-faktor produksi (input) dipergunakan.

Untuk menyederhanakan pembahasan secara teoritis, dalam menentukan keputusan tersebut
digunakan dua asumsi dasar:

   1) bahwa produsen atau pengusaha selalu berusaha mencapai keuntungan yang maksimum,
   2) bahwa produsen atau pengusaha beroperasi dalam pasar persaingan sempurna.

Dalam teori ekonomi, setiap proses produksi mempunyai landasan teknis yang disebut
fungsi produksi. Fungsi produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan
hubungan fisik atau teknis antara jumlah faktor-faktor produksi yang dipergunakan dengan
jumlah produk yang dihasilkan per satuan waktu, tanpa memperhatikan harga-harga, baik
harga faktor-faktor produksi maupun harga produk.

Dalam teori ekonomi, sifat fungsi produksi diasumsikan tunduk pada suatu hukum
yang disebut : The Law of Diminishing Returns (Hukum Kenaikan Hasil Berkurang). Hukum
ini menyatakan bahwa apabila penggunaan satu macam input ditambah sedang input-input
yang lain tetap maka tambahan output yang dihasilkan dari setiap tambahan satu unit input
yang ditambahkan tadi mula-mula naik, tetapi kemudian seterusnya menurun jika input
tersebut terus ditambahkan.

    Tujuan Produksi

      Sudah jelas tujuan produksi yang menjadi motif utama yaitu untuk memperoleh laba atau keuntungan (profit). Laba dalam arti sederhana adalah total penerimaan dan total pengeluaran.Selain dari itu tujuan produksi ialah untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam usaha mencapai suatu kemakmuran.

   2. Produksi Optimal
     Produksi optimal dikaitkan dengan penggunaan factor produksi untuk memproduksi output tertentu, posisi optimal ini dicapai dimana tidak dimungkinkan untuk meningkatkan output tanpa mengurangi produksi output yang lain.

Tingkat produksi optimal atau Economic Production Quantity (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan. Metode EPQ dapat dicapai apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan (carrying cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimun. Artinya, tingkat produksi optimal akan memberikan total biaya persediaan atau total inventori cost (TIC) minimum.

Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan.
Metode EPQ menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut: 

    1.Barang yang diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar dari tingkat permintaan.
     2.Selama produksi dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat produksi dikurangi tingkat permintaan.
     3.Selama berproduksi, besarnya tingkat persediaan kurang dari Q (EPQ) karena penggunaan selama pemenuhan.
      Penentuan Volume Produksi yang Optimal dengan Metode
Economic Production Quantity (EPQ): Persediaan produk dalam suatu perusahaan berkaitan dengan volume produksi dan besarnya permintaan pasar. Perusahaan harus mempunyai kebijakan untuk menentukan volume produksi dengan disesuaikan besarnya permintaan pasar agar jumlah persediaan pada tingkat biaya minimal. Menurut . Metode EPQ dimaksudkan untuk menentukan besarnya volume produksi yang optimal, dalam artian cukup untuk memenuhi kebutuhan dengan biaya yang serendah-rendahnya. Penentuan jumlah produk optimal hanya memperhatikan biaya variabel saja. Biaya variabel dalam persediaan pada prinsipnya dapat digolongkan sebagai berikut:

    a.Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan frekuensi jumlah persiapan proses produksi yang disebut biaya persiapan produksi (set-up cost).
    b.Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan besarnya persediaan rata-rata yang disebut biaya penyimpanan (holding cost).

Ketika biaya persiapan produksi merupakan biaya yang harus dikeluarkan sebelum produksi berlangsung.
Kedua jenis biaya tersebut mempunyai hubungan dengan tingkat persediaan. Biaya persiapan produksi berbanding terbalik dengan tingkat persediaan. Biaya penyimpanan berbanding lurus dengan tingkat persediaan. Semakin banyak biaya yang dikeluarkan untuk persiapan produksi, tingkat persediaan semakin kecil dan sebaliknya. Bila biaya penyimpanan semakin besar, tingkat persediaan semakin besar atau sebaliknya. 

   3. Least Cost Combination
      Persoalan least cost combination adalah menentukan kombinasi input mana yang memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah ditentukan.

Dalam hal ini pengusaha masih dapat menghemat biaya untuk menghasilkan produk tertentu selama nilai input yang digantikan atau disubstitusi masih lebih besar dari nilai input yang menggantikan atau yang mensubstitusi.

Referensi : http://tryaandani.blogspot.com/2012/03/perilaku-produsen.html

Konsumen tentang perilaku, surplus, dan elastisitas harga

Perilaku konsumen merupakan salah satu pembahasan penting dalam manajemen pemasaran. Menurut Asosiasi Pemasaran Amerika (American Marketing Association), perilaku konsumen dapat diartikan sebagai interaksi dinamis antara afeksi dan kognisi, perilaku, dan lingkungan, yang mana manusia melakukan pertukaran dalam berbagai aspek dalam kehidupan mereka.

Dalam bahasa aslinya disebut: “Consumer behavior is the dynamic intaraction of affect and cognition, behavior, and the environment by which human beings conduct the exchange aspects of their lives.”
Teori perilaku konsumen ini sangat penting dalam bisnis karena dalam mencapai tujuan pemasaran, sangatlah bergantung pada pengetahuan, pelayanan, dan pengaruh pada konsumen. Dengan mengetahui teori ini, kita bisa lebih mudah dalam menetapkan strategi pemasaran yang tepat untuk mencapai target pemasaran kita.
Mari kita jelaskan satu persatu dari pengertian tersebut.

Penjelasan tentang Teori Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen adalah dinamis. Ini karena pemikiran, perasaan, daan tindakan dari setiap individu konsumen, kelompok sasaran konsumen, dan masyarakat secara keseluruhan, adalah selalu berubah. Perilaku konsumen melibatkan interaksi. Hal ini melibatkan interaksi antara pemikiran orang-orang, perasaan, tindakan, dan lingkungan.

Perilaku konsumen melibatkan pertukaran. Pertukaran ini terjadi pada sesama manusia. Misalnya, seseorang menyerahkan suatu nilai (value) kepada orang lain, dan menerima sesuatu sebaliknya.
Perilaku konsumen memang selalu dinamis, banyak faktor yang bisa mempengaruhinya termasuk faktor sifat dan perilaku manusia itu sendiri

Perilaku konsumen
Menurut J.F. Engel dalam Basu Swastha dan Hani Handoko definisi perilaku konsumen sebagai berikut :
Kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa, termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan dan persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut. (Basu Swastha dan Hani Handoko, 2000 : 10)
Ada dua elemen penting dari arti perilaku konsumen yaitu proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik, yang semua ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan, dan mempergunakan barang-barang dan jasa-jasa ekonomis. Perilaku konsumen dipengaruhi oleh faktor lingkungan ekstern dan lingkungan intern, kedua faktor tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :

a. Faktor lingkungan ekstern

Faktor lingkungan ekstern meliputi :

1. Kebudayaan

Sebagaimana dikutip oleh Basu Swastha dan Hani Handoko dalam bukunya "Manajemen Pemasaran" Stanton mendefinisikan kebudayaan sebagai berikut Kebudayaan adalah simbol dan fakta yang komplek, yang diciptakan oleh manusia, diturunkan dari generasi ke generasi sebagai penentu dan pengatur perilaku manusia dalam masyarakat yang ada (Basu Swastha dan Hani Handoko, 2000 : 59). Kebudayaan ini memainkan peranan penting dalam pembentukan sikap konsumen dan merupakan petunjuk penting mengenai nilai-nilai yang akan dianut oleh seorang konsumen.

2. Kelas sosial

Menurut kelas sosial masyarakat di kelompokkan ke dalam tiga golongan yaitu :

a. Golongan atas
    Golongan ini terdiri dari pengusaha-pengusaha kaya, pengusaha menengah.
b. Golongan menengah
Yang termasuk dalam golongan ini adalah karyawan instans pemerintah, pengusaha menengah.
c. Golongan rendah

Yang termasuk dalam kelas ini antara lain buruh-buruh pabrik, pegawai rendah, tukang becak    dan pedagang kecil.

3. Kelompok sosial dan kelompok referensi

Pengertian kelompok tersebut yaitu :
  a. Kelompok sosial

Menurut Soerjono Soekanto didefinisikan sebagai berikut :
Kelompok sosial adalah kesatuan sosial yang menjadi tempat individu-individu berinteraksi satu sama lain karena adanya hubungan diantara mereka (Basu Swastha dan Hani Handoko, 2000 : 66) Kelompok ini meliputi keluarga, teman, tetangga.

      b. Kelompok Referensi
Kelompok referensi merupakan kelompok sosial yang menjadi ukuran seseorang (bukan anggota kelompok tersebut) untuk membentuk kepribadian dan perilakunya. Kelompok ini meliputi organisasi profesi, kelompok pengajian, kelompok kerja dan lainlain.

4. Keluarga
Keluarga merupakan individu yang membentuk keluarga baru, setiap anggota dalam keluarga dapat mempengaruhi suatu pengambilan keputusan.

b. Faktor lingkungan intern

Faktor lingkungan intern meliputi

1. Motivasi

Motivasi merupakan keadaan dalam diri seseorang yang mendorong keinginan individu untuk    melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan.

2. Pengamatan

Pengamatan merupakan suatu proses dengan mana konsumen (manusia) menyadari dan  menginterpretasikan aspek lingkungannya.

3. Belajar

Belajar adalah perubahan-perubahan perilaku yang terjadi sebagai hasil akibat adanya  pengalaman.

4. Kepribadian

Kepribadian merupakan organisasi dari faktor-faktor biologis, psikologis dan sosiologis yang mendasari perilaku individu.

5. Sikap

Secara definitif sikap berarti suatu keadaan jiwa (mental) dan keadaan pikir (neural) yang  dipersiapkan untuk memberikan tanggapan terhadap suatu obyek, yang diorganisir melalui
pengalaman serta mempengaruhi secara langsung dan atau secara dinamis pada pelaku.


sumber : http://www.manajemenperusahaan.com/teori-perilaku-konsumen/

Pemahaman tentang ruang lingkup ilmu ekonomi


• Menurut Wikipedia

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg: scarcity).

• Menurut MEL VILYE J ULMER :

Ilmu Ekonomi, yaitu ilmu pengetahuan tentang kegiatan-kegiatan manusia yang berhubungan dengan proses produksi, distribusi dan konsumsi.

• Menurut OSCAR LANGEN :

Ilmu Ekonomi, yaitu mempelajari tata administrasi dari resources sedemikian rupa sehingga dapat digunakan bagi kehidupan manusia sebaik-baiknya.

• Menurut ALBERT L MEYERS :

Ilmu Ekonomi, yaitu ilmu pengetahuan yang mempersoalkan kebutuhan dan pemuas kebutuhan manusia.

• Menurut PROF. DR. J.L. MEY JR. :

Ekonomi, yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari usaha manusia kearah kemakmuran.

• Menurut LIONEL ROBBINS :

Ekonomi, yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungannya pemenuhan kebutuhan yang langka.

• Menurut FRANK KNIFHT :

Studi mengenai ilmu ekonomi, yaitu studi mengenai cara bertindak ekonomis.

Bagian terbesar dari pada teori ekonomi, terutama teori nilai, bertugas untuk menganalisa manusia dan reaksinya dalam kehidupan ekonomi.

• Menurut DR. SOELISTIJO, MBA :

Ilmu Ekonomi, yaitu ilmu yang mempelajari bagaimana orang dan masyarakat menentukan pilihan mengenai penggunaan sumber daya yang langka dan mempunyai kemungkinan penggunaan alternatif untuk menghasilkan berbagai barang dan jasa serta mendistribusikannya untuk konsumsi berbagai-bagai orang dan kelompok orang yang terdapat dalam masyarakat, baik kini maupun masa datang dan dengan menggunakan uang ataupun tidak.

Metologi Ekonomi

Metologi ekonomi adalah studi tentang metode, biasanya metode ilmiah, dalam kaitannya dengan ekonomi, termasuk prinsip-prinsip ekonomi yang mendasari penalaran. Istilah 'metodologi' juga biasa, meskipun tidak tepat, digunakan sebagai sinonim untuk mengesankan metode (s ). Sebaliknya, metodologi adalah studi tentang metode (s).

Banyak dari masalah-masalah umum yang timbul dalam metodologi ilmu-ilmu alam juga berlaku untuk ekonomi. Terkait atau hal lain termasuk:

• Definisi ekonomi
• Lingkup ekonomi sebagaimana didefinisikan oleh metode
• Status ilmiah ekonomi
• Prinsip dasar dan operasional signifikansi teori ekonomi
• Diduga berbuah dan prediksi vs realistis asumsi penyederhanaan aspek, seperti pilihan rasional dan memaksimalkan keuntungan.
• Metodologis individualisme versus holisme dalam teori ekonomi
• Keseimbangan empiris dan apriori pendekatan
• Analisis formalisasi dan metode aksiomatik dalam ilmu ekonomi
• Pembatasan dan penggunaan metode eksperimental
• Analisis teori dan praktek ekonomi kontemporer.
Masalah pokok ekonomi dan pengaruh mekanisme harga

Masalah Pokok Ekonomi

Menurut Aliran Klasik

Masalah pokok ekonomi sudah ada sejak dulu dan tetap hingga sekarang. Berikut ini kita akan membahas masalah pokok ekonomi yang telah muncul sejak manusia hidup berkelompok atau bermasyarakat berdasarkan tinjauan ekonomi klasik dan ekonomi modern.Ekonomi klasik diwakili oleh ADAM SMITH. Menurut ilmu ekonomi klasik, masalah pokok ekonomi masyarakat dapat digolongkan kepada 3 permasalahan penting yaitu masalah produksi,masalah distribusi, dan masalah konsumsi.

1. Masalah Produksi

Untuk mencapai kemakmuran, baranng-barang kebutuhan harus tersedia ditengah masyarakat, karna masyarakat sangat hitrogen, maka barang-barang yang tersediapun beragam jenisnya sehingga muncul permasalahan bagi produsen, yaitu barang apa saja yang harus diproduksi.

2. Masalah Distribusi

Agar barang atau jasa yang di hasilkan dapat sampai kepada orang yang tepat, dibutuhkan sarana dan prsarana distribusi yang baik.

3. Masalah Konsumsi

Barang hasil produksi yang telah didistribusikan kpd masyarakat idialnya dapat dipakai atau dikonsumsi oleh masyarakat yang tepat dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang tepat pula.
Menurut Aliran Modern

Para ahli ekonomi modrn sepakat bahwa dengan sumberdaya yang tersedia, pling sedikit ada 3 masalah pokok yang dihadapi setiap perekonomian yang harus dipecahkan oleh masyarakat sebagai subjek ekonomi.
Pengaruh Mekanisme Harga

Krisis finansial global yang terjadi sejak akhir tahun 2007 telah menyebabkan perlambatan ekonomi global secara bertahap. Diperkirakan daya beli masyarakat menurun. Banyak pihak mengatakan bahwa krisis hanya terjadi pada negara maju seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa. Namun perlu diingat bahwa sebagian besar negara yang kekuatan pasarnya sedang tumbuh (energing market) menguasai 60% pangsa pasar ekspor ke Amerika Serikat dan negara-negara maju. Karena itu, jika terjadi penurunan permintaan, pasti akan berdampak terhadap permintaan barang-barang dari negara-negara yang sedang tumbuh (emerging countries). Tentu hal ini akan berakibat pada menurunnya kinerja berbagai sektor usaha, khususnya industri.

Harapan untuk segera terlepas dari himpitan krisis ekonomi yang terjadi sejak akhir tahun 2007 nampaknya bukan merupakan sesuatu yang berlebihan. Hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator ekonomi, seperti tingkat suku bunga perbankan yang terus menurun, menyesuaikan suku bunga SBI, inflasi yang semakin terkendali serta transaksi di bursa efek yang semakin bergairah. Kondisi tersebut setidaknya dapat ditangkap sebagai sinyal bahwa Indonesia sudah mulai memasuki tahap recovery atau kebangkitan.

Memang masih banyak faktor lain yang mempengaruhi dan sekaligus menentukan tingkat prosentase pemulihan ekonomi dan tingkat suku bunga bank, inflasi serta kondisi bursa efek pada umumnya dapat dijadikan sebagai barometer. Pemulihan ekonomi itu sendiri, atau bahkan pertumbuhannya akan mewujudkan dalam bentuk aktivitas antara lain produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa yang semakin meningkat. Khusus yang berkaitan dengan kegiatan distribusi, persoalan ini meliputi distribusi secara regional maupun internasional. Berkenaan dengan distribusi secara internasional, ini berarti menyangkut persoalan perpindahan barang dan jasa antar negara yang dipertukarkan atau diperjualbelikan eksport-import. Dengan demikian masalah penggunaan alat pembayaran akan menjadi salah satu bagian penting yang menyertai kegiatan ini. Oleh karena praktis setiap negara memiliki jenis alat pembayaran yang berbeda, maka diperlukan adanya suatu cara yang disepakati bersama antar negara yang melakukan transaksi. Cara yang lazim dipergunakan adalah dengan melalui penetapan nilai tukar antar mata uang (kurs valuta asing), yaitu harga mata uang suatu negara dalam unit komoditas seperti emas dan perak atau mata uang negara lain.

Penetapan nilai tukar suatu mata uang dapat dilakukan oleh pemerintah yang diklasifikasikan sebagai sistem fixed echange rate atau diserahkan pada mekanisme pasar yang disebut dengan floating exchange rate. Jika sistem yang digunakan adalah floating exchange rate, maka nilai tukar mata uang suatu negara terhadap negara lain akan berfkluktuasi sejalan dengan kekuatan permintaan dan penawaran mata uang yang bersangkutan. Perubahan (fluktuasi) nilai tukar ini lebih lanjut akan berpengaruh Transaksi perdagangan, khususnya untuk ekspor akan terjadi atas komoditas yang memiliki nilai strategis serta memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan negara pengimpor (pembeli). Untuk Indonesia, salah satu komoditas yang juga merupakan andalan ekspor sebagai bagian pencetak devisa adalah bunga melati. Besar kecilnya volume ekspor atas komoditas bunga melati ini salah satunya diantaranya juga dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain khususnya dollar Amerika Serikat.

Sistem Perekonomian

sistem ekonomi adalah perangkat atau alat yang digunakan untuk menjawab secara tuntas masalah apa, bagaimana, dan untuk siapa barang diproduksi. Efektif atau tidaknya jawaban-jawaban yang diberikan sangat tergantung kepada sistem ekonomi yang dipilih.

Menurut Bacharawi sanusi,

1. Sumber-sumber historis, kultural, cita-cita, keinginan dan sikap penduduk
2. Sumberdaya alam dan iklim
3. Filsafat yg dimiliki dan dibelah sbgan besar penduduk
4. Teorisasi pengalaman yg dilakukan oleh penduduk
5. Uji coba.

1. Sistem Ekonomi Tradisional

Dalam sistem ekonomi tradisional, masalah apa, bagaimana, dan untuk siapa, dijawab dengan adanya adat atau tradisi turun-temurun.

2. Sistem Ekonomi Komando
Sisi ekstrim sistem ekonomi lainnya adalah sistem ekonomi komando atau perencanaan terpusat.

3. Sistem Ekonomi Pasar(Kapitalitas/ Liberal)

Jika sistem ekonomi komando dikendalikan oleh pemerintah, maka lain dengan sistem ekonomi pasar yang menyerapkan jawaban permasalahan ekonomi seluruhnya kepada pasar.

4. Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran (Mixed Ekconomi) mengambil sebagian unsur-unsur pasar, tradisional, & komando.

Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran

Pengertian Permintaan dan Penawaran
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.

Hukum Permintaan dan Penawaran
Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya. Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.

Faktor – faktor yang mempengaruhi Permintaan dan Penawaran
- Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan (Demand) :
• Perilaku konsumen / selera konsumen
Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.
• Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.
• Pendapatan/penghasilan konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.
• Perkiraan harga di masa depan
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.
• Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.

- Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran (Suply) :
• Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.
• Tujuan Perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
• Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
• Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
• Prediksi / perkiraan harga di masa depan

Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.

Penentuan Harga Keseimbangan

harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga. Sehingga terjadilah transaksi antara penjual dan pembeli.

referensi : berbagai sumber

Kamis, 24 Januari 2013

Referensi Wisata Puncak Bogor ( Gantole, Telagawarna, Cikoneng )

Hello Bruur... watsap men, bagaimana kabar kalian hari ini ? salam sejahtera untuk kita semua. Kali ini saya akan memberikan referensi untuk kalian yang mungkin memang pecinta treveling. Tempatnya memang tidak jauh dari ibukota, jadi bagi kalian yang bertempat tinggal di Jakarta dan ingin berwisata namun tidak menguras waktu Puncak Bogor mungkin bisa di jadikan solusi.

Sudah sejak lama area puncak bogor menjadi antrian bagi wisatawan yang sengaja berlibur dan mungkin hanya sekedar tempat nongkrong, bahkan mereka rela mengantri dengan sistem buka tutup yang sudah diberlakukan di tempat tersebut demi dapat menikmati dinginya suasana bogor baik dengan sanak saudara maupun teman sebaya.

Ada banyak tempat wisata yang dapat anda kunjungi di puncak bogor ini, selain tempat pemandian air panas dan Taman Safari masih banyak tempat-tempat yang lain yang patut anda jamah. Adalah antara lain sebagai berikut :

1. Gantole

Tempat ini biasanya digunakan untuk para paralayang menerbangkan layangnya, selain sebagai sarana olahraga para layang disini juga anda bisa mencoba terbang layaknya burung lho dan didampingi oleh instruktur berpengalaman... wuiih, pastinya pengalaman yang mengasyikkan ya, tentu dengan kocek yang tidak murah, hahahaha...

Gantole ini juga memiliki sarana flying fox, dan juga tentunya view yang tidak dapat anda jumpai ditempat manapun. Dengan dikelilingi area kebun teh dan dataran yang menjorok seperti jurang sehingga gantole ini membuat kita dapat melihat seisi kota, bahkan bila kita beruntung disaat langit tak ditutupi kabut tebal kita bisa melihat indahnya kota jakarta beserta deretan gedung-gedung pencakar langit.

Biasanya gantole ini ramai dikunjungi pada dini hari ( loh.. bukanya dingin banget ya ). Tenang saja pedagang disana biasanya berjualan 24jam non stop jadi kita tidak perlu khawatir kelaparan disana. Wisatawan biasanya berkumpul menjelang matahari terbit dikarenakan pemandangan di pagi hari disana begitu indah oleh sebab itu tak lupa moment tersebut mereka abadikan dengan sekedar berpose-pose narsis di depan kamera.


gantole

gantole

gantole





2. Danau Telagawarna

Danau ini lokasinya tidak jauh dari gantole, mungkin karena tempatnya tidak dapat dijangkau dengan roda 4 anda bisa menayakan pada warga sekitar lokasi Telaga warna tersebut. Keindahan danau ini terlihat pada nuansa tebing yang berada disamping danau, terdapat pula perahu kayu dan pengunjung akan di temani dengan canda nakal monyet-monyet liar di kawasan tersebut, tentunya wisata tersebut dengan harga sangat terjangkau tidak lebih dari 5ribu rupiah.

telagawarna

telagawarna

telagawarna


telagawarna

telagawarna





3. Desa Cikoneng

Bagi para pendaki gunung tentu nama desa ini tak asing lagi karena di tempat ini sering dijadikan rest area menuju puncak gunung yang akan dituju. Perjalanan menuju cikoneng memang agak sedikit melelahkan kurang lebih sekitar hampir 2 jam itu pun menggunakan sepeda motor. Namun itu semua setimpal dengan hasil perjuangan yang kita tempuh, selain kita ber'off roder' ria sepanjang jalan mata kita akan terpana karena semua hanya padang bukit kebun teh jadi jangan berharap ada tempat pengisian bahan bakar ya. hahahaha...
Selamat berlibur.....




cikoneng
kebun teh

cikoneng

cikoneng

cikoneng



Dahsyatnya Wisata di Puncak Bukit Cianjur

Beberapa bulan yang lalu kami tentunya rombongan dari suatu Pabrik di daerah Cikarang mengadakan acara tour bersama dengan teman satu pland. Dana memang sudah direncanakan sejak awal tahun yang digalang dari sumbangan-sumbangan para karyawan baik kontrak yang telah diperpanjang masa kerjanya maupun yang telah distatuskan tetap.

Dana tersebut rencananya akan direalokasikan untuk refresing sebagai melepas kepenatan setelah sekian lama bekerja secara monoton di tempat mana kita bekerja. Saat itu kami semua sepakat akan mengunjungi Puncak Bogor, berhubung padatnya lokasi Puncak dikarenakan pada saat itu kita berbarengan dengan liburan akhir tahun. Dan singkat cerita Akhirnya kami mendapatkan lokasi tidak jauh dari Istana Kepresidenan Bogor tepatnya di daerah Cianjur.

Disana tersusun villa-villa tempat kami menginap layaknya perumahan mewah, dan dikelilingi kebun nan cantik. Tidak jauh dari lokasi terdapat bukit yang bagi sebagian warga sebagai tempat rileksasi. Saya beserta teman-teman seakan penasaran dan mempunyai ambisi untuk menaklukan bukit tersebut hingga akhirnya kami sepakat menjamahi puncak bukit tersebut.

Dahsyatnya pemandangan dari atas bukit, mata lepas telanjang memandang seisi kota, seakan-akan pandangan kita tiada batas, sayang... saat itu hari sedang berkabut dan angin bertiup kencang. Namun itu semua tidak mematahkan semangat kami untuk mengabadikan moment yang pastinya tidak akan kami lupakan.